0 : 1 = 0, 1 : 1 = 1, 1 : 0 = ~. Pengharapan tanpa pemberian tak akan menghasilkan apapun. Pemberian dengan pengharapan balik hasilnya sebanding dengan pemberian. Pemberian tanpa pengharapan balik akan memberikan hasil tak terhingga. Let's share and see what we get :)
Senin, 29 Juli 2019
Bicara Tabu : Perkosaan, Dorongan Seksual atau Hal Lain?
Judul : Perkosaan dan Kekuasaan
Penulis : Bagus Takwin, dkk.
Penerbit : Yayasan Jurnal Perempuan
Tanggal Terbit : November 2011
Jumlah Halaman : 153 halaman
Buku ini sebenarnya merupakan jurnal berseri yang terbit setidaknya empat kali dalam setahun. Namun, topik yang dibahas dalam edisi ke-71 ini cukup menarik untuk saya buat reviewnya, terlebih saya memang memiliki ketertarikan dalam bidang perempuan dan anak, khususnya tentang pendidikan seksual.
Berbicara tentang perkosaan ternyata bukan hanya berbicara tentang dorongan seksual, tapi juga berbicara tentang kekuasaan. Alasan utama dibalik pelaku perkosaan bisa jadi bukan ketidakmampuan menahan dorongan seksual saja, tapi yang lebih utama adalah menunjukkan bahwa ia memiliki kekuasaan, memiliki dominasi terhadap perempuan. Pelaku tidak memperkosa korbannya tiba-tiba tanpa perencaan. Ia akan memilih korban tergantung seberapa besar ia bisa menguasainya.
Buku ini cukup direkomendasikan karena di dalamnya tidak hanya bicara opini belala, namun disertai rujukan ilmiah. Ada pula tulisan opini, cerita reflektif, dan puisi yang menjadi representasi topik yang dibahas. Sangat direkomendasikan terutama buat kamu yang bergelut dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Selamat membaca!
Bicara Hati
Judul : Hati tak Bertangga
Penulis : Adi Prayuda dan Ikhwan Marzuqi
Penerbit : Metagraf
Tahun Terbit : Cetakan I, 2019
Jumlah Halaman : 226 halaman
Buku ini cukup sederhana, membahas hal-hal kecil namun ternyata punya makna yang besar. Dari buku ini kita bisa belajar kemampuan berlogika dan berperasaan. Tanpa saling menunjukkan kelemahannya masing-masing, namun bagaimana kita menyeimbangkan keduanya.
Membaca buku ini seperti diajak melakukan perjalanan ke dalam diri. “Bahagia memamg sederhana, menderita juga sederhana”, begitu tulis penulis dalam sampulnya. Ini berbicara tentang penerimaan, penerimaan diri juga hidup yang kita miliki.
“Ukuran terindah memcintai adalah mencintai tanpa mengukurnya”, kutipan dari Guruji Gede Prama ini cukup bisa menggambarkan tentang apa maksud dari judul ‘Hati tak Bertangga’. Buat kamu yang sedang butuh teman untuk berdialog dengan diri, buku ini saya rekomendasikan! Selamat membaca!
Rabu, 03 Juli 2019
Sebuah Jalan Pemurnian Hati
Judul : Purification of the Heart
Penulis : Hamza Yusuf
Penerjemah : Haris Priyatna
Penerbit : Mizan
Tanggal Terbit : Cetakan I, Februari 2017
Jumlah Halaman : 318 halaman
Buku ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang menyukai buku-buku yang membahas tentang akhlak maupun mujahadatun-nafs (penyucian jiwa). Buku yang ditulis oleh Hamza Yuzuf, salah satu pendiri Zaytuna College di AS ini berisi tentang penjelasan penyakit-penyakit hati, penyebabnya, tanda dan gejalanya, serta pengobatannya.
Terdapat 25 penyakit hati yang dibahas, antara lain : kikir; serakah; benci; zalim; cinta dunia; iri hati; santun yang tercela; berkhayal; takut miskin; riya; bergantung pada selain Allah; tak senang dengan keputusan Allah; sum’ah; harapan palsu; pikiran negatif; ujub; menipu; amarah; lalai; dendam; membual dan sombong; tidak mau disalakan; antipati terhadap kematian; lupa akan nikmat; dan menghina.
Buku ini tentunya akan sangat baik, jika tidak hanya dibaca namun yang terpenting adalah diamalkan isinya. Jika kita mengamalkan isinya, kita akan bisa meraih ketenteraman dan kemurniah hati, insyaAllah!
Melihat Islam dengan Pikiran Terbuka
Judul : Islam yang Saya Anut
Penulis : M. Quraish Shihab
Penerbit : Lentera Hati
Tahun Terbit : Cetakan III, November 2018
Jumlah Halaman : 338 halaman
Buku ini berisi tentang bagaimana Islam dari sudut pandang M. Quraish Shihab. Beliau mengantarkan tentang bagaimana Islam sangat kaya akan perbedaan, baik dari madzhab-madzhabnya yang kesemuanya berpotensi benar dan atau salah.
Penulis menguraikan aspek-aspek pokok dalam Islam, seperti akidah dalam pembedahan rukun Iman, syariah dalam pembedahan rukun Iman, serta akhlak Islam dalam berihsan. Penulis juga mengajak kita memahami Islam dengan pikiran terbuka, berlogika dengan adab-adabnya, dan menggunakan hati nurani dalam melihat Islam.
Buku ini sangat cocok dibaca bagi siapapun yang ingin mendalami Islam, baik dari Muslim sendiri maupun dari non-Muslim. Bahasannya cukup berat, namun sangat bermanfaat!
Minggu, 26 Mei 2019
While There's Hope, There's Life
Judul : I AM SARAHZA
Penulis : Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
Penerbit : Penerbit Republika
Tanggal Terbit : Cetakan III, Juli 2018
Jumlah Halaman : 368 halaman
Buku setebal 368 halaman ini, aku tamatkan dalam 1 hari. Entah mengapa rasanya tak ingin digantung cerita, jika tak menamatkan buku ini segera. Isinya yang begitu hidup seakan membuat kita masuk ke dalam cerita, mengikuti alunan emosi dari canda hingga duka.
MasyaAllah luar biasa perjuangan Mbak Hanum dan Mas Rangga dalam memiliki momongan. 4 kali inseminasi, 6 kali mengikuti program bayi tabung, 2 kali laparaskopi, mengandung namun ternyata janin itu kosong tanpa ruh, mengandung lagi namun ternyata sang janin menempel di luar rahim hingga harus diangkat beserta sebelah tuba falopi sang ibu. Hingga akhirnya, setelah 11 tahun pernikahan, Allah menjawab do’a-do’a itu dengan kehamilan Mbak Hanum tepat saat usianya menginjak 35 tahun.
Mbak Hanum dan Mas Rangga, terima kasih sudah berbagi, terima kasih sudah mau menuliskan kisah yang bahkan memerlukan keluasan hati yang sangat ketika mengingatnya. Terima kasih telah mengingatkan kembali pada keharusan berpegang pada prinsip, kesabaran yang begitu luar biasa, bersyukur dalam segala keadaan, bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian, dan tentunya nasihat pak Amien Rais agar kita selalu dekat dengan Tuhan. Semoga Allah memberkahi mbak Hanum dan keluarga, terutama Sarahza.
Untuk pembaca, saya sangat merekomendasikan buku ini bagi teman-teman yang ingin belajar sabar, belajar menerima takdir, dan belajar bijak dalam menempatkan diri sesuai keharusannya.
Sabtu, 25 Mei 2019
Sebuah Perjalanan Cinta dan Asa
Judul : Awe-Inspiring Us
Penulis : Dewi Nur Aisyah
Penerbit : Penerbit Ikon
Tahun Terbit : Cetakan II, Januari 2019
Jumlah Halaman : 370 halaman
Buku ini terdiri dari 5 bab, yang terdiri dari kisah Mbak Dewi N. Aisyah dan keluarga tentang penantian sebelum menikah, bertemu jodoh dan menerima segala kurang lebihnya, membangun rumah tangga, keajaiban memiliki anak dan segala perjuangannya, dan tantangan berumah tangga sambil berkuliah. Plus kisah tinggal di luar negeri, yaitu di London, Inggris dan segala dinamikanya.
MasyaAllah, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kisah penulis. Dari buku ini saya belajar tentang :
1) Produktivitas dan kaitannya yang kuat dengan manajemen waktu yang baik
2) Perjuangan menuntut ilmu tanpa lelah, karena yang dikejar adalah Ridho Allah
3) Membangun rumah tangga yang samawa itu bahkan dipersiapkan sejak masa penantian
4) Kolaborasi ayah dan ibu dalam segala perencanaan hidup dan eksekusinya
5) Anak adalah masa depan peradaban yang harus dipersiapkan dengan sangat baik
Tentunya apa yang bisa diambil dari buku ini sangat subjektif, tergantung bagaimana perspektif masing-masing pembaca. Tapi bagi saya, buku ini sangat recommended, terutama bagi seseorang yang ingin sukses dalam kehidupan spiritual, akademik, dan juga keluarga.
Selamat membaca!
Jumat, 03 Mei 2019
Kedamaian dalam Pikiran
Judul : Cara Dahsyat Berdamai dengan Pikiranmu
Penulis : Agung Webe
Penerbit : Penerbit-Percetakan Pohon Cahaya
Tanggal Terbit : September 2015
Jumlah Halaman : 220 halaman
Buku ini terdiri dari 30 saran praktis cara agar kita bisa berdamai dengan pikiran sendiri. Ketiga puluh saran tersebut sebaiknya tidak dibaca secara sekaligus, tetapi dibaca satu setiap harinya selama satu bulan karena di setiap saran pasti terdapat penjelasan, latihan praktis, dan quotes berisi insight terkait saran yang diberikan.
Buku ini mengajak kita melakukan perjalanan ke dalam diri kita sendiri, mengajarkan tentang bagaimana menciptakan kedamaian dalam pikiran kita sendiri. Dengan pikiran yang damai, kita bisa memproses berbagai informasi dari luar secara lebih netral dan objektif sebelum akhirnya disesuaikan dengan nilai-nilai yang kita miliki. Ketika kedamaian itu tercapai, kita bisa lebih kuat dalam mengatasi berbagai persoalan-persoalan hidup dengan alur berpikir yang lebih sehat.
Buku ini sangat cocok untuk orang yang sedang jenuh dengan pikirannya atau masalah-masalah di sekitarnya. Buku ini juga salah satu buku yang direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai genre buku self-improvement. Selamat membaca dan semoga kamu bisa lebih berdamai dengan dirimu sendiri!
Langganan:
Postingan (Atom)
Kontrol Diri dari Dalam, Rendah Hati pada Alam
Tulisan ini akan lebih banyak bicara refleksi diri, Tentang keberadaan diri yang kadang lupa diri, Tinggal bersama alam namun kita seakan...
-
Dalam bukunya 'Mengajar Seperti Finlandia', Timothy D. Walker seorang guru Amerika yang pindah ke Finlandia membagikan 33 strategi...
-
Sumber pict : Bukalapak Judul : Bangkitnya Spiritualitas Islam Penulis : Muhammad Fethullah Gulen Penerjemah : Fuad Saefuddin Pe...
-
Buku ini menjadi guru sebelum aku terjun aksi pada GUIM (Gerakan UI Mengajar) Angkatan 8. Banyak yang bisa dipelajari dari buku ini. Penul...






